Di HUT ke-111 Muhammadiyah, Dirut PLN menyinggung isu lingkungan hidup

TANGERANGNEWS.com- Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan pentingnya kerja sama global dalam mengatasi permasalahan lingkungan.

Salah satunya menghadapi tantangan perubahan iklim.

Hal itu disampaikan Darmawan pada diskusi Forum Global Gerakan Iklim: Mempromosikan Hijau dalam Rangka Dies Natalis ke-111 Persatuan Muhammadiyah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, Jumat, 17 November 2023.

Menurut Darmawan, permasalahan perubahan iklim hanya bisa diatasi melalui kerja sama global.

“Kunci penanggulangan perubahan iklim adalah bagaimana masyarakat global berubah dari terfragmentasi menjadi bersatu menjadi agresif,” kata Darmawan.

Pasalnya, setiap ton emisi CO2 yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain akan menimbulkan kerusakan yang sama.

Oleh karena itu, Darmawan menegaskan, pihaknya membatalkan rencana pembangunan proyek PLTU berbahan bakar batubara berkapasitas 13 gigawatt (GW) pada tiga tahun lalu.

Berkat hal tersebut, Indonesia berhasil menghindari 1,8 miliar ton emisi CO2 dalam kurun waktu 25 tahun.

Kemudian, PLN melaksanakan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Paling Ramah Lingkungan atau RUPTL Hijau untuk mencapai tujuan net zero emisi pada tahun 2060.

Saat ini PLN juga menjadi pusatnya

Selain itu, PLN juga sedang menyiapkan strategi andal bernama Akselerasi Pengembangan Energi Terbarukan (ARED) untuk mempercepat transisi energi.

Tujuannya untuk mengatasi sejumlah permasalahan seperti ketidaksesuaian antara lokasi pembangkit listrik berbasis EBT dengan episentrum kebutuhan listrik.

“Kami menghadapi beberapa tantangan. “Ketidaksesuaian antara lokasi PLTA besar dengan episentrum permintaan,” kata Darmawan.

Melalui ARED, kata Darmawan, potensi diskontinuitas EBT bisa dipangkas. Padahal, potensi EBT yang ada bisa dimaksimalkan.

Ia mencontohkan, perpaduan tenaga angin dan surya tanpa ARED hanya bisa didapat hingga 5 GW, dengan ARED bisa ditingkatkan menjadi 28 GW.

READ  Manajemen Proyek Efisien Di Palu Bikin Penasaran

“Dengan hadirnya smart grid dan pembangkit fleksibel, penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga angin dan surya akan meningkat hampir enam kali lipat dari 5 GW menjadi 28 GW pada tahun 2040,” tambah Darmawan.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, lingkungan yang sehat hanya dapat dicapai melalui komitmen bersama untuk menjaga dan merawat lingkungan.

“Karena ini adalah tanggung jawab kita sebagai umat dan tanggung jawab kita sebagai umat Islam yang mengemban tugas sebagai khalifatullah untuk menjaga lingkungan dan menciptakan kesejahteraan di muka bumi,” tutupnya.

Sekadar informasi, diskusi global ini melibatkan akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan dari 13 negara.

Ke-13 negara yang terlibat antara lain Malaysia, Filipina, Singapura, Belanda, Kenya, Papua Nugini, Inggris, Australia, Maroko, Norwegia, Jepang, Amerika Serikat, dan Vatikan.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *