Para ahli menyebut batasan usia kerja 25 tahun di Indonesia menjadi penyebab tingginya angka pengangguran

TANGERANGNEWS.com- Baru-baru ini, batas usia 25 tahun untuk melamar pekerjaan kembali menjadi sorotan publik setelah TikTokers yang akrab disapa Bunda Corla membahasnya secara langsung di akun media sosialnya.

Dalam siaran langsungnya, ibunda Corla menjawab pertanyaan salah satu netizen terkait kemungkinan bekerja di Jerman bagi seseorang yang berusia 30-an.

Ibu Corla juga menanggapi dengan penuh haru bahwa tidak ada persyaratan untuk membatasi usia kerja di Jerman, tidak seperti di Indonesia yang sebagian besar pekerjanya berusia di bawah 25 tahun.

Bahkan, perempuan yang tinggal dan bekerja di Jerman ini menyalahkan persyaratan usia kerja 25 tahun sebagai penyebab tingginya angka pengangguran di Indonesia, sehingga pemerintah Indonesia harus turun tangan untuk mengatasi masalah tersebut.

“Indonesia ketinggalan jaman, kita masih memikirkan umur. Makanya banyak pengangguran, makanya Indonesia tidak kaya, rakyat miskin semua,” ujarnya, dikutip viva.co.id, Selasa, November . 21 2023.

Kontroversi batasan usia kerja 25 tahun memang sempat disorot beberapa bulan lalu. Dalam pemberitaan kompas.com, Sekretaris Jenderal Kementerian Sumber Daya Manusia Anwar Sanusi mengatakan saat ini belum ada aturan khusus mengenai usia maksimal calon pekerja yang ingin melamar.

Aturan mengenai batasan usia pekerja hanya terdapat pada UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yaitu tidak boleh mempekerjakan anak.

Untuk itu, perusahaan atau unit usaha bebas menentukan persyaratan maksimal yang harus dipenuhi oleh calon pelamar.

Menurut Anwar, batasan usia maksimal pekerja pada lowongan kerja biasanya berkaitan dengan persyaratan kualifikasi tingkat pendidikan atau jabatan yang diinginkan.

“Pada dasarnya tidak ada larangan bagi perusahaan untuk menentukan usia loker yang mereka buka,” katanya.

Sementara itu, pakar hukum ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Nabiyla Risfa Izzati mengatakan belum adanya aturan khusus yang melarang batasan usia lowongan kerja menjadi alasan banyak perusahaan menetapkan kualifikasi yang cenderung diskriminatif.

READ  Penelitian Dan Pengembangan Di Palu Luar Biasa

Nabiyla mengatakan, persyaratan batasan usia tidak selalu relevan kecuali terkait langsung dengan fungsi pekerjaan. Misalnya pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh orang-orang dengan umur tertentu sesuai dengan kemampuan fisiknya.

Pembatasan usia tanpa alasan yang jelas justru bisa dikategorikan sebagai diskriminasi usia atau ageism, pungkas Nabiyla.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *