Resensi buku: Saya tidak suka membabi buta

Identitas buku tersebut
Judul Buku : Aku Tidak Mencintai Secara Membuta
Pengarang: Suci Syahira Fauzi
Penerbit: Penerbitan Kipdefayer
Cetakan: Pertama
Ketebalan buku: 215 halaman
Harga buku: 60.000

JANGAN BUTA KARENA CINTA

Masih bingung dengan pertanyaannya

bisakah pria benar-benar melakukannya?

berdampingan dengan wanita dan sebaliknya?

Tampaknya bumi tidak diciptakan

diisi dengan wanita

Wanita tidak seharusnya tinggal di dalamnya,

Wanita harus hidup

di kuburan orang jujur,

Namun sayangnya keikhlasan tidak terdeteksi

dalam kamus pria.

Laki-laki adalah mereka yang penuh pencarian,

keinginan tak terbatas untuk memiliki

jumlah dan angka.

Sementara itu, perempuan

adalah satu-satunya manifestasi, satu,

tentangan dari beberapa bisnis.

Apakah belahan jiwa itu benar-benar ada?

Atau itu hanya lelucon?

Dalam penalaran, membandingkan perbedaan

adalah awal dari konflik

Kegelisahan dan sebagainya

yang bisa menghancurkan

Sepotong granit suci mengenai kepala,

Jadi jawaban dari

“Min Zakariw wa unsa.”

Urutan “Lita’arofu”.

maknanya seluas lautan.

Puisi di atas merupakan cuplikan dari sekian banyak puisi yang ditulis oleh Santo Syahira Fauzi dalam bukunya yang berjudul Aku tidak mencintai secara membabi buta. Puisi tersebut mengungkapkan perasaan dan pemikiran tentang perbedaan antara pria dan wanita, serta pertanyaan apakah belahan jiwa benar-benar ada. Berikut interpretasi puisi tersebut:

Pertanyaan pembuka dalam puisi ini menggambarkan kebingungan penulis tentang boleh tidaknya laki-laki dan perempuan bersama. Dia merasa bahwa mungkin Bumi tidak diciptakan untuk perempuan dan mereka tidak boleh tinggal di sana. Dia percaya bahwa perempuan harus melakukan hal tersebut dia beristirahat di kuburan orang jujur Namun sayangnya, pria tidak selalu memiliki hati yang tulus.

Puisi ini juga menyebutkan perbedaan pencarian antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki dipandang sebagai pencari yang ingin memiliki banyak hal, sedangkan perempuan dipandang sebagai ekspresi tersendiri yang menentang kepemilikan. Puisi ini juga memunculkan pertanyaan apakah jodoh itu benar-benar ada atau hanya sekedar lelucon. Penulis berpendapat bahwa perbedaan antara laki-laki dan perempuan jika dibiarkan begitu saja dapat menjadi sumber konflik dan ketidakstabilan yang dapat merusak hubungan.

READ  RS Indonesia di Gaza

Puisi itu diakhiri dengan kutipan Min Zakariw wa unsa dan pesanan Lita’arofu yang berarti Dari pria dan wanita dan saling mengenal. Kutipan ini mencoba mengingatkan Anda bahwa penting untuk mengetahui dan memahami perbedaan antara pria dan wanita serta pentingnya saling pengertian dan pengertian dalam hubungan tersebut.

Tak hanya puisi, buku ini juga berisi nasehat yang dikemas dalam bentuk percakapan. Banyak nasehat tentang kehidupan, keluarga dan percintaan. Berikut petikan singkat dialog Bapak dan Marsih.

Darmi : “Pak, benarkah keinginan muncul karena jarak?”

Ayah : “Jarak bukan penyebab utama, Dar.”

Darmi : ”Jadi apa yang utama?”

Ayah : “Karena kita ijinkan hati kita yang menjadi tuan rumah.”

Darmi: “Bukankah virus akan lebih kuat jika dekat dengan inangnya, Pak?”

Ayah : “Gitulah, merindukan seseorang yang ada di depan matamu itu sama bodohnya dengan cinta, Dar…”

Percakapan di atas berbicara tentang arti hasrat dan cinta. Sia-sia dia bertanya kepada tuannya apakah keinginan itu muncul karena jarak. Ayah mengungkapkan, jarak bukanlah penyebab utama kerinduan. Hal ini menunjukkan bahwa rindu tidak terjadi begitu saja karena seseorang berjauhan secara fisik.

Darmi kemudian menanyakan apa yang mendasari keinginan tersebut. Ayah menjawab bahwa akar penyebab keinginan adalah kita membiarkan hati kita ada sang penyelenggara atau tempat berkembangnya perasaan hasrat. Hal ini mengisyaratkan bahwa hasrat terbentuk dengan membiarkan perasaan cinta dan hasrat tumbuh di dalam hati.

Darmi menjelaskan, virusnya lebih kuat kalau dekat sang penyelenggara. Hal ini dapat diartikan sebagai sebuah metafora bahwa hasrat dapat menjadi lebih kuat dan berdampak ketika seseorang yang kita cintai berada dalam jangkauan kita, seperti halnya virus dapat menyebar dengan lebih mudah ketika inangnya berada di dekat kita.

READ  Pembangunan selama 30 tahun telah membantu Alam Sutera mengubah wajah Tangerang menjadi surganya real estate

Sang ayah menyimpulkan dengan mengatakan bahwa meninggalkan seseorang yang tepat di depan mata adalah tindakan cinta yang bodoh. Artinya, jika seseorang yang dirindukan ada di depan mata, sebaiknya Anda tidak mempunyai keinginan apa pun, karena Anda bisa langsung berkomunikasi dengannya, sehingga keinginan tersebut menjadi tidak proporsional. Percakapan ini seolah menggambarkan pemahaman tentang kerinduan dan cinta, menekankan bahwa jarak fisik bukanlah satu-satunya faktor penyebab kerinduan, kerinduan juga bisa terjadi ketika seseorang dekat dengan kita jika kita membiarkan perasaan tersebut tumbuh.

Banyak percakapan atau puisi seperti di atas yang bisa membantu kita berpikir lebih jauh agar tidak buta dalam hal cinta. Buku ini sangat direkomendasikan bagi para remaja karena dapat dijadikan bahan bacaan untuk mengolah ketidakstabilan batin dan mental. Buku ini membahas berbagai topik seperti percintaan, keluarga, permasalahan jodoh yang bermasalah, lika-liku kehidupan, motivasi dan curahan lainnya. Dengan membaca buku ini, kita bisa menganalisa diri kita sendiri hingga menggoncangkan perasaan kita, hingga akhirnya kita memahami diri kita lebih dalam lagi sehingga bisa menjadi lebih baik.

Penampilan fisik cerah dan elegan. Warna abu-abu yang mendominasi sampul buku menimbulkan kesan estetik dan elegan. Kemampuan penulis dalam merangkai kata sangat baik. Setiap kalimatnya memancarkan kekuatan emosi yang luar biasa, sehingga pembaca akan merasa terbawa oleh aliran kata-kata yang menawan dan akan memikirkan setiap baris yang ditulis. Dimasukkannya ayat-ayat Al-Qur’an menjadikan buku ini cocok bagi mereka yang menyukai perspektif baru. Berisi puisi, wawancara, tanya jawab. Ada beberapa kosakata bahasa asing yang perlu dibaca berulang kali untuk memahami maknanya. Ada juga kata-kata cabul yang tidak pantas sehingga tidak disarankan dibaca oleh anak di bawah umur.

READ  Para ahli menyebut batasan usia kerja 25 tahun di Indonesia menjadi penyebab tingginya angka pengangguran

INFORMASI PRIBADI
Sonia Intan Pratiwi, mahasiswa semester 3 program studi pendidikan bahasa Indonesia Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *